Pada suatu hari saat Rasulullah Saw sedang bersama dengan para sahabat. Mereka mengerumuni Rasulullah Saw di dekat rumah beliau. Pada waktu itu Rasulullah Saw berkata, "Telah diperlihatkan kepadaku keadaan seluruh umat manusia. Aku melihat seorang nabi yang diiringi oleh sekelompok orang. Juga seorang nabi yang diiringi oleh satu atau dua orang. Selain itu juga terdapat seorang nabi lain yang sama sekali tidak ada yang mengikutinya. Tiba-tiba diperlihatkan kepadaku sekelompok umat yang besar. Aku mengira itulah umatku. Tetapi dikatakan kepadaku, `ini adalah Musa dan umatnya. Coba lihatlah ke arah itu.'
Rasulullah Saw pun melihat arah vang ditunjukkan itu. Rasulullah Saw melihat suatu umat yang, sangat besar. Malaikat berkata kepada Rasulullah SAW, "Inilah umatmu nanti. Di antara mereka nanti terdapat 70.000 yang akan masuk surga tanpa dihisab (tanpa diperiksa amalnya) dan tanpa disiksa terlebih dahulu."
Setelah berkata seperti itu, Rasulullah Saw kemudian bangkit dan masuk ke dalam rumahnya. Para sahabat bingung. Mereka gelisah ingin tahu siapakah yang dapat masuk surga semudah itu?
Di antara mereka saling menebak. Di antaranya, "Barangkali mereka adalah orang-orang yang dilahirkan di dalam Islam, sehingga tidak pernah menyekutukan Allah sedikitpun."
Para sahabat yang lain menyebutkan beberapa sifat yang menurut mereka dapat masuk surga tanpa dihisab sebagaimana diceritakan Rasulullah Saw tersebut.
Setelah sekian lama di dalam rumah dan para sahabat masih memperbincangkan tentang masalah itu, tiba-tiba Rasulullah Saw keluar lagi menemui mereka. Para sahabat yang melihat Rasulullah Saw keluar lagi, segera diam menunggu apa yang akan disampaikan oleh Rasulullah Saw.
Setelah berada di sekitar mereka, Rasulullah Saw berkata, "Apakah yang, kalian perbincangkan?' Para sahabat itu kemudian menceritakan bahwa mereka sedang menduga-duga tentang siapakah yang akan masuk surga tanpa dihisab itu.
Rasulullah Saw kemudian bersabda, "Mereka adalah orang orang yang tidak meruqyah orang dan tidak pula minta diruqyah. Mereka juga tidak pernah meyakini tentang nasib sial atas dasar tanda-tanda tertentu. Dan mereka selalu bertawakal kepada Allah."
Ketika itu sahabat Ukasyah berdiri kemudian berkata, "Mohon Anda berdoa agar saya termasuk dari mereka, ya Rasulullah. "
Rasulullah Saw kemudian mendoakan Ukasyah. Ketika ada yang minta didoakan lagi, Rasulullah Saw berkata, "Engkau telah didahului oleh Ukasyah."
sumber:www.scalamedia.ne


1 komentar:
mimpi dulu boleh pa ga yha...
Posting Komentar